Krishna Bali Tour

 

Objek Wisata Kabupaten Gianyar Bali

 

Kabupaten Gianyar terkenal sebagai daerah dengan seni dan kebudayaan yang tinggi dan mempunyai tempat-tempat menarik sebagai daerah tujuan wisata, panorama alam pegunungan, pantai yang indah, sisa-sisa peninggalan/wisata purbakala dan bermacam-macam produk kerajinan yang dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif dan terampil yang mendorong kunjungan wisatawan dan investor ke daerah ini.

Gianyar adalah ibukota kabupaten dengan nama yang sama yang meliputi Ubud. Di sini terdapat sebuah istana yang disebut Puri Gianyar yang dirawat dan dijaga oleh anggota keluarga kerajaan Gianyar. Istana ini telah beberapa kali mengalami kerusakan. Puri Gianyar asli yang dibangun pada abad ke-18 hancur dalam suatu konflik dengan kerajaan Klungkung pada pertengahan tahun 1880-an, puri yang hancur ini kemudian dibangun kembali, namun kembali hancur oleh gempa bumi pada tahun 1927. Puri ini merupakan contoh yang bagus dari arsitektur istana Iradisional Bali.

 

Goa Gajah

Pura Goa Gajah

Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Kabupaten Gianyar, berada pada jalur Denpasar-Tampaksiring-Danau Batur-Kintamani. Di sekitarnya terdapat tempat-tempat bersejarah seperti yeh Pulu, Samuan Tiga, Gedong Area, Arjuna Bertapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih dan lain-lain. Asal usul Goa Gajah belum diketahui pasti dan disebut demikian karena perpaduan nama Pura Goa, sebutan masyarakat setempat dengan nama kuno yang termuat dalam prasasti-prasasti, yakni Ergajah dan Lwa Gajah. Di pelataran Goa Gajah terdapat petirtaan kuno (12 x 23 m2) terbagi dalam tiga bilik. Di bilik Utara terdapat tiga buah area pancuran dan di bilik Selatan ada area pancuran juga, sedangkan di bilik tengah hanya terdapat area. Sekitar 13 m di sebelah Utara petirtaan terdapat goa atau ceruk pertapaan berbentuk huruf T. Lorong goa berukutan ± 2,75 m, tinggi 2 m. 

 

Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi terletak di Desa Sebatu, kecamatan Tegallalang, Gianyar, tepatnya 40 km dan kota Denpasar terdapat peninggalan zaman Bali kuno, berupa sebuah pura bernama Pura Gunung Kawi. Dari artikulasi dapat diuraikan menjadi 2 (dua), yaitu gunung yang berarti tempat yang tinggi, bukit atau tebing dan Kawi berarti kekawin atau sesuatu yang dibuat.

Jadi pura Gunung Kawi adalah pura yang dibangun di tebing di sebelah barat sebuah pegunungan dimana pegunungan itu sekarang dikenal dengan nama desa Sebatu yang berasal dari urat kata Sauh berati terpeleset. Konon pada jaman pemerintahan Raja Mayadenawa yang sangat bengis dan tidak percaya adanya Tuhan, daerah ini merupakan lintasan pelarian Raja Mayadenawa dengan para pengikutnya menuju desa Taro, setelah terdesak dalam peperangan melawan para dewata yang mengejarnya, begitu ketakutan para penduduk asli kepada pengikut raja Mayadenawa, sehingga semuanya lari tunggang langgang dan terpeleset diantara bebatuan pegunungan (Sauh di batu)

 

Tampak Siring - Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul

Desa Tampak Siring adalah nama sebuah desa yang terletak 36 km dari Denpasar. Pura Tirta Empul sebagai peninggalan kerajaan di Bali merupakan salah satu dari peninggalan purbakala yang menarik untuk diketahui. Di sebelah Barat pura tersebut terletak istana Presiden Soekarno, presiden pertama RI. Mengenal nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air yang terdapat di dalam pura ini. Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka tirta Empul artinya air suci yang menyembur keluar dari tanah.

 

Desa Batubulan

Desa Batubulan

Desa Batubulan, sebuah desa dalam ruang lingkup Kecamatan Sukawati Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar Provinsi Daerah Tingkat I Bali. Desa Batubulan pada awalnya terkenal sebagai desa agraris yang kaya akan kesenian termasuk seni tari dan seni ukir. Bambulan sangat terkenal dengan Tari Barong yang khas. Desa ini terletak pada jalur Denpasar-Gianyar kira-kira 10 km dari Denpasar dan 21 km dari Gianyar. Setiap harinya para wisatawan mancanegara maupun nusantara menyaksikan tarian Barong di lima tempat pertunjukan. Disamping itu para wisatawan juga dapat melihat para pematung batu cadas membuat patung-patung untuk dekorasi rumah hotel, perempatan jalan, jembatan maupun pura.

 

Desa Celuk

Desa Celuk merupakan pusat kerajinan perak dan emas yang memiliki banyak sekali ahli perhiasan emas, ahli emas ini membuat berbagai macam model perhiasan untuk dijual. Ruang pameran kerajinan emas yang besar biasanya dibuka bagi rombongan wisatawan. Para pekerja kerajinan emas dan perak ini kebanyakan tinggal di rumah-rumah di belakang jalan utama.

 

Desa Sukawati

Desa Sukawati yang merupakan pusat pembuatan barang-barang kerajinan traditional seperti lonceng angin, payung pura dan keranjang lontar yang diberi warna dengan pola yang rumit. Sukawati memiliki pasar yang sibuk, berbagai macam barang-barang kerajinan tangan serta cinderamata di jual di pasar ini, wisatawan akan mendapatkan harga yang murah jika pandai menawar.

Desa Batuan

Desa Batuan merupakan pusat seni lukis yang memiliki sejumlah galeri seni. Para pelukis tradisional di Batuan umumnya melukis dengan menggunakan media tinta hitam, namun gaya baru yang berkembang di Batuan adalah jenis lukisan yang memasukkan berbagai tema lukisan di atas satu kanvas. Para pelukis di sini juga sudah mulai melukis dengan menggunakan tema-tema modern misalnya lukisan orang berselancar atau lukisan turis yang sedang 'in action' menggunakan kamera handycam. Batuan juga dikenal karena tarian gambuh kuno yang kerap dipentaskan di Pura Puseh setiap bulan purnama. .

Desa Mas

Desa Mas namun tempat ini merupakan pusat kerajinan ukiran kayu, khususnya topeng kayu. Pada jalan raya yang menuju Mas terdapat banyak toko-toko kerajinan tangan. Pusat kerajinan dapat ditemukan juga di kawasan perumahan penduduk yang terletak dibelakang agak jauh dari jalan utama. Toko-toko kerajinan yang besar dan sukses umumnya dihias dengan aneka kerajinan kayu yang halus.

Pantai Kedonganan

Pantai Kedonganan yang menawarkan pasir putih landai dengan gelombangnya yang tenang, sehingga sangat cocok untuk bersantai, berenang maupun mandi sinar mentari. Di bagian Utara Pantai Kedonganan ini terdapat sebuah pasar ikan tradisional dengan beberapa "jukung" (perahu tradisional) berjejer di pantai yang dapat menambah indahnya pemandangan. Bersebelahan dengan Pantai Kedonganan adalah Pantai Jimbaran dengan airnya yang lebih jernih sehingga nyaman untuk renang, rileks dan berjemur diri.

Desa Sebatu

Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari Desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang disepanjang jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Desa Sebatu dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun Nusantara. Tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan, patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu.

Ubud

Ubud dikenal sebagai pusat wisata budaya Bali, tempat ini telah menarik perhatian wisatawan yang terpesona dengan kebudayaan Bali sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Namun selain berbagai obyek wisata yang terdapat di dalam kota, Ubud juga memiliki pura, peninggalan purbakala dan pusat kerajinan tangan yang menarik untuk dikunjungi.

Pusat kota terdapat pada persimpangan dimana pasar dan terminal angkutan umum bertemu. Jalan utama kota adalah Jl. Monkey Forest atau Jl. Wanara Wana yang mengarah ke Selatan hingga bertemu dengan Jl, Monkey Forest Sanctuary. Sebagian Jl. Monkey Forest merupakan jalan satu arah hingga ke Jl. Dewi Sita. Sepanjang Jl. Monkey Forest terdapat berbagai hotel, restauran dan pertokoan, jalan ini kemudian bertemu dengan Monkey Forest Sanctuary yang berada di kaki sebuah bukit, disini terdapat sebuah pura bernama Pura Dalem Agung. Kompleks pura ini dihuni oleh sejumlah kera yang selalu menunggu makanan yang akan diberikan pengunjung, kera-kera ini kadang-kadang marah jika pengunjung tidak memberikan apa-apa kepada mereka. Jalan Monkey Forest berbelok ke timur menuju ke Padangtegal (ke kiri) dan Pengosekan (ke kanan) di belakang Pengosekan ini terdapat Desa Nyuhkuning yang dikenal karena seni ukiran kayunya serta sebuah museum patung.

Museum Neka

Museum Neka didirikan oleh Suteja Neka, seorang kolektor seni Bali, pada tahun 1976. Museum ini memiliki koleksi seni yang sangat bagus dan beragam yang dipertunjukkan kepada pengunjung secara apik. Museum Neka adalah tempat terbaik untuk mempelajari perkembangan seni lukis Bali. Museum ini memiliki beberapa ruangan antara lain ruangan yang memamerkan lukisan karya seniman lokal yang banyak dipengaruhi oleh kesenian wayang kulit. Pada bagian lain museum terdapat koleksi lukisan dan para seniman muda dari berbagai sekolah seni di Bali, sedangkan di paviliun tempat dipamerkan berbagai lukisan karya seniman I Gusti Nyoman Lempad.

Desa Taro

Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, kurang lebih 40 km. Dari Kota Denpasar, ada sebuah hutan desa yang dihuni oleh sekelompok binatang sapi/lembu putih. Binatang ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat sekitarnya maupun masyarakat Bali pada umumnya, karena binatang ini merupakan sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti. ot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini juga merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.