Krishna Bali Tour

 

Objek Wisata Kabupaten Buleleng Bali

 

Tempat Wisata di Buleleng Bali Kabupaten Buleleng terletak di bagian paling utara Pulau Bali yang mempunyai wilayah terluas diantara 9 kabupaten dan kota di Bali/ yaitu hampir 1/3 luas Pulau Bali (± 1365,88 hektar) dengan batas / sebelah barat Kabupaten Negara; sebelah selatan Kabupaten Tabanan, Badung, dan Bangli; sebelah timur Kabupaten Karangasem dan sebelah utara Laut Jawa dan Bali. Kabupaten Buleleng terdiri dari 9 Kecamatan yang meliputi 146 Desa/kelurahan dan 763 Desa Adat.

Seperti halnya dengan Bali pada umumnya, Buleleng beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 1365 mm pertahun, musim hujan berkisar antara bulan Oktober s/d April sedangkan kemarau antara bulan April s/d Oktober.
Aneka ragam tempat wisata di Bali dapat anda kunjungi selama acara tour di Bali anda. Simak tempat wisata di Buleleng Bali yang dapat anda kunjungi selama tour di Bali sebagai berikut:

 

Air Terjun Les

Air Terjun Les

Air Terjun Les ini terletak di Desa Les Kecamatan Tejakula,± 38 km timur dari Kota Singaraja. Air Terjun ini mencapai tinggi kurang lebih 30 meter yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang masih alami dengan latar belakang perbukitan. Disamping air terjun, desa ini juga mempunyai potensi yang tidak kalah menariknya seperti pantai Desa Les yang terletak di sebelah utara tidak jauh dari air terjun ini yang memiliki keindahan pemandangan bawah laut.

 

Air Sanih

Air Sanih

Obyek wisata tirta ini merupakan kolam renang alami. Terletak di Desa Sanih Kecamatan Kubutambahan ± 17 km sebelah timur kota Singaraja. Air Sanih terkenal dengan sumber mata air yang muncul tanpa henti di pojok tenggara kolam renang ini. Mata air ini merupakan aliran sungai dalam tanah yang berasal dari Danau Batur.
Ada dua kolam ditempat ini, satu untuk orang dewasa dan satu untuk anak-anak. Beberapa meter di sebelah utaranya dikelilingi oleh laut yang relatif aman untuk berenang dan aktifitas olah raga air lainnya atau hanya sekedar berbaring bermalas-malasan di atas pasir pantai yang hitam. Disekitar obyek ini telah tersedia beberapa penginapan kecil dan restoran dan areal parker sebagai sarana pendukungnya.

 

Desa Julah

Merupakan desa tua yang masih banyak menyimpan peninggaln megalitik. Terletak di Kecamatan Tejakula ± 29 km sebelah timur Kota Singaraja. Desa ini dipercaya sebagai desa kuno di Bali . Dari tatanan desanya, desa ini menyerupai desa-desa kuna lainnya di bali seperti Desa Tenganan di Kabupaten Karangasem. Desa yang terkenal dengan Baris sakralnya ini masih memiliki bangunan ruamh tradisional serta Pura Desa yang dipercaya sebagai pura tertua di Bali , dan juga memiliki kerjinan tenun dengan ciri khas tersendiri.

 

Desa Sembiran

Desa Sembiran merupakan perkampungan tertua abad megalithic terletak di daerah perbukitan di Kecamatan Tejakula ± 30 km timur kota Singaraja. Begitu memasuki bagian depan desa ini, seluruh rumah yang tersusun, dilihat dengan sangat mempesona. Meski kemajuan teknologi sudah merambat sis kehidupan desa ini, namun sisi kehidupan upacaranya masih kelihatan di desa ini. Berbagai arkeolog dunia sudah menyempatkan diri untuk mengunjungi desa ini.

 

Pura Beji

Pura Beji

Lingkunagan pura ini berlokasi di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan lebih kurang 8 km di sebelah timur Kota Singaraja dan masuk sekitar 500 meter ke jalan menuju pantai. Lokasi ini mudah dicapai dengan kendaraan roda empat. Pura yang dimiliki oleh karma/anggota subak desa ini berada di tengah-tengah wilayah pertanian Desa Sangsit. Daya tarik dari pura ini adalah hampir semua bagian dari pura ini dihiasi oleh ukiran style Buleleng berbentuk tumbuh-tumbuhan merambat dan motif bunga ciri khas Bali Utara tidak ada bagian yang kosong tanpa ukiran. Pura Meduwe Karang.
Terletak di Desa Kubutambahanm, Kecamatan Kubutambahan ± 12 km sebelah timur Kota Singaraja, kurang lebih 1 km dari pertigaan Singaraja, Kubutambahan dan Kintamani. Pura ini tempat memohon agar tanaman di tegalan bias berhasil dan baik. Gugusan tangga mengantarkan pengunjung ke suatu areal luar pura (Jabaan) yang luas yang di bagian depannya dihiasi patung-patung batu padas, 34 jumlahnya, yang diambil dari tokoh-tokoh dan adegan-adegan ceritera Ramayana. Yang unik, pada bagian bawah dinding disebelah utara terdapat ukiran relief orang naik sepeda yang roda belakangnya terbuat dari daun bunga teratai.

 

Desa Bukakak

Upacara Bukakak terdapat di Desa Adat Sangsit Dangin Yeh, Desa Sangsit Kecamatan Sawan ± 8 km timur Kota Singaraja. Upacara ini sangat unik karena hanya terdapat di Desa Sangsit yang dilakukan setiap 2 tahun sekali dan diselingi dengan upacara ngusaba setiap tahunnya. Upacara ini berkaitan dengan “Upacara Ngusaba”, upacara yang bertujuan untuk mendoakan agar para petani diberikan panen yang baik. Dalam upacara ini, dibuat “Babi Guling” (seekor babi muda yang dipanggang) yang pada waktu memanggangnya hanya sebagian babi tersebut dipanggang matang. Babi guling ini kemudian oleh anggota subak diarak dalam suatu prosesi diiringi gemelan Tik Nong, menjelajahi areal persawahan untuk memohon berkah.

 

Pura Dalem Jagaraga

Pura Dalem Jagaraga terletak di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan 11 km sebelah timur Kota Singaraja, dipinggir jalan jurusan Singaraja-Sawan. Desa ini terkenal dengan “Puputan Jagaraga” perang melawan Belanda pada tahun 1848 dibawah komando I Gusti Ketut Jelantik. Lingkungan Pura Dalem ini memiliki keunikan tersendiri yaitu relief mobil kuno yang dikendarai oleh orang yang bersenjata, relief pesawat jatuh, relief orang Belanda minum bir dan lain-lain. Juga patung “Men Brayut” cerita Rakyat Bali tentang seorang ibu dengan anak banyak yang masih kecil bergayutan minta digentong semua. Pura ini tak bisa ditemukan di lain tempat di Bali .

 

Rice Terrace Busungbiu

Hampar persawahan (rice terrace) ini terdapat di penghujung selatan Desa Busungbiu -+ 39 km sebelah selatan kota singaraja, di pinggir jalan utama Singaraja – Denpasar via pupuan. Hamparan persawahan ini terlihat sangat menakjubkan yang dilatar belakangi oleh perbukitan hijau dan ditengah – tengah persawahan terlihat untaian sungai yang berkilauan dengan airnya yang mengalir sepanjang tahun.
Aktifitas petani di sekitar persawahan membawa para pengunjung pada suasana pedesaan yang alami. Dari areal parkir yang terletak dipinggir jalan ini juga disediakan panggung yang terbuat dari kayu sehingga para pengunjung dapat menikmati hamparan persawahan dengan leluasa.

 

Desa Pemuteran

Desa Pemuteran terletak dipesisir barat dari pulau Bali ± 55 km arah barat kota Singaraja dan 30 km dari Gilimanuk. Letaknya yang berada diantara gugusan perbukitan dan laut menjadikan tempat ini menjadi sangat eksotis. Pantai Pemuteran merupakan obyek wisata yang sangat cocok bagi wisatawan yangsuka tempat sepi dan jauh dari kebisingan.
Karang laut yang dipelihara secara profesional dan proyek penangkaran penyu juga ada di desa ini. Meskipun telah dikembangkan sebagai obyek wisata, pantai ini masih menunjukkan keasliannya. Masyarakat pantai masih mempergunakan peralatan tradisional seperti perahu dan jaring untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari. Di desa ini juga terdapat Pura Pemuteran yang terkrenal dengan sumber air panasnya. Berbagai fasilitas wisata sudah tersedia di tempat ini, dari hotel melati sampai hotel bintang lima , restoran serta dive center dengan mudah dapat ditemui disini.

 

Pura Pulaki

Terletak di Desa Banyupoh,Kecamatan Gerokgak ± 53 km sebelah barat dari Kota Singaraja. Pura ini termasuk salah satu Pura Dang Khayangan (Penyungsung Jagat Bali) yang ada di Bali (seperti halnya Pura Besakih di Kabupaten Karangasem, Pura Uluwatu di Kabupaten Badung dan lainnya), yaitu suatu pura yang merupakan tanggung jawab langsung oleh pemeluk Agama Hindu di Kabupaten, dalam hal ini Kabupaten Buleleng.
Pura ini mempunyai pesanakan (keluarga) pura yang letaknya berdekatan seperti pura Pemuteran, Pura Melanting, Pura Kerta Kawat dan Pura Pabean. Masing – masing Pura ini difungsikan untuk keperluan tertentu dalam kehidupan berspiritual di Bali . Ratusan kera – kera hidup di sekitar wilayah Pura ini.

 

Makam Jaya Perana

Kuburan Jayaprana

Kuburan Jaya Perana dan Layon Sari ini terletak di kawasan hutan belukar Teluk Terima, Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, ± 67 km sebelah barat Kota Singaraja.
Kuburan ini merupakan bangunan kisah romantis seperti cerita Romeo dan Juliet di Eropa atau Sampek Engthai di Cina. Jaya Prana dan Layon Sari adalah merupakan pasangan suami isteri yang sangat ideal pada masa Kerajaan Wanekeling Kalianget tempo dulu. Karena kecantikannya sang raja jatuh cinta pada Layon Sari dan dengan tipu muslihatnya dapat membunuh Jaya Prana. Sedangkan Layon Sari yang tidak mau diperistri oleh raja memilih bunuh diri untuk menyusul suami tercintanya. Setiap Bulan Purnama dan Bulan Mati (Tilem) dan hari – hari suci lainnya seperti Galungan, Kuningan, dan lain – lain banyak umat melayat datang ke kuburan ini.

 

Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat

Terletak di bagian barat Pulau Bali, di Des Sumber Klampok Kecamatan Gerokgak ± 70 km sebelah barat Kota Singaraja. Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mencakup area seluas 7700 km 2 , sebagian besar wilayahnya berada di wilayah Kabupaten Buleleng (di Desa Sumber Klampok) dan sisanya di wilayah Kabupaten Jembrana.
Areal ini secara resmi dinyatakan sebagai taman nasional melalui keputusan dirjen kehutanan no.46/kpts/sek/84 dengan tujuan melindungi dan melestarikan keberadaan flora dan fauna.
Fauna yang paling terkenal adalah “Jalak Bali ” atau Bali Starling, satwa yang dilindungi. Areal ini adalah habitat asli dari jalak putih yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Bagi mereka yang ingin melihat spesies ini bisa berkunjung ke TNBB melalui Tegal Bunden ± 1,5 km barat laut Desa Sumber Klampok.

 

Pulau Menjangan

Pulau Menjangan

Pulau Menjangan adalah Pulau Karang yang terletak di ujung barat laut Pulau Bali. Pulau ini mudah dijangkau lewat Labuhan Lalang di Desa Sumber Klampok Kecamatan Grokgak ± 55 km sebelah selatan Kota Singaraja. Pulau Menjangan merupakan salah satu tempaat menyelam terbaik di Dunia. Disini keindahan dan misteri pemandangan bawah laut dapat ditemukan. Kecantikan taman lautnya telah mampu menarik perhatian para penyelam tingkat dunia. Pulau ini adalah bagian dari TNBB. (Taman Nasional Bali Barat) dan semua kehidupan di pulau ini dilindungi. Tidak diperkenankan memancing, mencari karang atau berburu binatang disini.

 

Pengembangan Mutiara

Perairan di bagian barat Buleleng memiliki banyak potensi yang sangat menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan. Disamping potensi keindahan alam bawah lautnya seperti di Pulau Menjangan, juga terdapat pengembangan / budidaya mutiara seperti yang terdapat di Desa Sumber Klampok ± 68 km sebelah barat Kota Singaraja dan di Desa Penyambangan.
Sejak berabad – abad mutiara telah dijadikan simbol kealiman dan kesucian, maka tidak heran mutiara banyak dicari baik untuk tujuan bisnis maupun untuk dipakai sendiri. Para wisatawan disini akan disuguhkan suatu pengalaman yang unik, dimana wisatawan akan bisa melihat proses pengolahan mutiara dari yang masih di dalam kerang sampai yang sudah jadi.

 

Bali Handara Kosaido

Di dataran tinggi Bali yang penuh dengan tumbuhan hijau, dalam ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut, disinilah Bali Handara Kosaido Country Club berdiri. Dataran tinggi ini dianugerahi iklim sempurna yang ideal untuk bermain golf di kepulauan tropis yang penuh daya pesona.
Lokasi terletak sekitar 66 kilometer dari lapangan udara internasional Ngurah Rai, Bali , dikelilingi hutan tropis dan diperindah lagi dengan pemandangan danau Buyan. Dengan suhu udara rata-rata 16-20 derajat Celcius, Bali Handara merupakan tujuan wisata golf yang paling nyaman di Bali .
Semua kamar memiliki teras pribadi yang menghadap ke lubang golf, dilengkapi dengan alat pemanas yang bisa diset sesuai kebutuhan dan mini bar. Luxury Bungalow dibangun dengan gaya Bali dan semua ruangan dilengkapi dengan kamar mandi pribadi, alat pemanas yang bisa diset sesuai kebutuhan, televisi dengan satelit dan minibar.
Lapangan golf publik dengan 18 lubang yang dirancang oleh Peter Thomson, Michael Wolferidge & Associates dan Driving Range . Fasilitas tersedia 2 Lapangan Tenis, Pusat Kebugaran & Kesehatan, Toko Perlengkapan Golf, Pijat, mandi tradisional gaya Jepang dan Spa
Tersedia 1 Restauran dengan menu masakan internasional dan masakan otentik Jepang, Bar dengan Karaoke, Lobby Bar.
Tersedia ruang pertemuan dan banquet yang dapat menampung antara 70 hingga 100 orang.

 

Gedong Kertya dan Museum Buleleng

Museum Buleleng

Gedong Kertya dan Museum Buleleng terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja, tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kertya adalah perpustakaan lontar yng ada hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Terdapat koleksi dan salinan teks tulisan tangan yang berhubungan dengan Kesusastraan Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain-lain. Terdapat juga lontar berisikan gambar berbentuk komik yang disebut “prasi”. Terdapat sekitar 4000 lontar tersimpan di perpustakaan ini yang disimpan dalam sebuah kotak kayu.
Beberapa meter di sebelah timur Gedong Kertya, terdapat Museum Buleleng yang didirikan pada tanggal 30 Maret 2002, dimana tersimpan koleksi-koleksi yang meliputi benda-benda Peninggalan Purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata dan lainnya. Benda-benda Seni seperti Lukisan, kain-kain, Kerajinan Emas dan perak dan lainnya benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian dan alat nelayan.

 

Pelabuhan Buleleng

Terletak disebelah pesisir utara Kota Singaraja. Dijaman dulu ketika Singaraja sebagai ibu kota dari Nusa Tenggara adalah merupakan pusat pelayaran yang penting. Keputusan memindahkan Ibu Kota Propinsi Bali dari Bali Utara ke Bali Selatan adalah berdasarkan dibaginya Nusa Tenggara menjadi 3 propinsi, membuat Pelabuhan Buleleng menjadi kurang berfungsi. Kemerosotan pelabuhan buleleng mencapai puncaknya ketika pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang ± 40 km arah Barat Singaraja.
Namun sejak Tahun 2005 bekas Pelabuhan Buleleng ini telah ditata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dengan penataan taman serta bekas dermaga kayu yang sudah usang diperbaharui dilengkapi dengan sarana restauran terapung.

 

Desa Beratan

Desa Beratan terletak disebelah selatan Kota Singaraja. Kurang lebih berjarak hanya 1 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Buleleng. Desa ini dikenal sebagai pengrajin emas dan perak. Pengrajin setempat memiliki style unik yang terkenal dengan Style Beratan. Wisatawan dapat berkunjung ke tempat pengrajin bekerja sambil melihat-lihat cara pengrajin mengolah bahan mentah menjadi bahan kerajinan emas dan perak. Hasil karya mereka juga dipajangkan dan bila berniat wisatawan boleh membeli.

 

Pantai Lovina

Pantai Lovina

Kawasan Wisata Lovina merupakan kawasan wisata dengan pusat kawasannya terletak di Desa Kalibukbuk 10 km sebelah barat Kota Singaraja. Daya tarik utamanya adalah pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena sifat lautnya yang tenang, lovina ini sangat cocok untuk rekreasi air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar, mendayung atau hanya sekedar berendam di air laut. Disamping daya tarik tersebut, dapat dicatat di sini, adalah adanya ikan lumba-lumba dalam habitat aslinya. Ikan lumba-lumba ini yang jumlahnya ratusan / dapat dilihat di pagi hari, kurang lebih 1 km lepas pantai, dengan menggunakan jasa nelayan tradisional.

 

Air Terjun Gitgit

Air Terjun Gitgit

Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk.
Turun dengan jalan kaki setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini. Disamping suara deburan air terjun dan kicauan burung, hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi / begitu pula tumbuhan bambu sepanjang jalan menuju air terjun menyuguhkan suasana damai dan alami.

 

Rice Terrace Ambengan

Ambengan, sebuah desa yang posisinya di atas bukit hijau di Kecamatan Sukasada yang jaraknya sekitar 6 km sebelah selatan kota Singaraja. Karena letaknya di daerah perbukitan serta mayoritas penduduknya bertani, desa ini dihiasi oleh hamparan sawah yang sangat indah. Disamping potensi terraseringnya, Ambengan juga memiliki lebih dari empat air terjun dan beberapa buah kolam alami yang cukup lebar serta sangat eksotis yang sering disebut sebagai sebuah taman yang tersembunyi, dimana para wisatawan bisa berenang sambil menikmati hawa sejuk.

 

Danau Buyan dan Danau Tamblingan

Danau Tamblingan

Danau Buyan dan Danau Tamblingan sering dianggap sebagai danau kembar karena letaknya yang berdekatan. Dari segi wilayah, Danau Buyan terletak di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada dan Danau Tamblingan terletak di Desa Munduk Kecamatan Banjar. Kedua danau ini dapat di tempuh dari Kota Singaraja sejauh ± 24 km melalui Desa Gitgit dan ± 42 km lewat Kota Seririt ke selatan menuju Desa Munduk. Keaslian alam dikedua danau ini masih sangat dirasakan misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor dikedua danau ini.

 

Air Panas Banjar

Air Panas Banjar

Air Panas Banjar Terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar ± 19 km sebelah barat dari Kota Singaraja dan ± 1 km sebelah barat Wihara Budha. Air Panas Banjar dikenal sebagai sebutan Hot Spring sudah tidak asing lagi bagi para praktisi pariwisata. Berbagai tamu dari mancanegara telah mengunjungi wisata alam ini. Air panas yang muncul dari perbukitan setempat dibuat bertingkat, ditingkat pertama terdiri dari beberapa pancoran dimana wisatawan dapta mandi air panas. Kolam kecil juga tersedia pada tingkatan ini. Pada tingkatan kedua kolam dibuat lebih besar.

 

Air Terjun Melanting

Air terjun yang setinggi kurang lebih 15 meter ini berada ditengah-tengah hutan kopi dan cengkeh di penghujung timur Desa Munduk Kecamatan Banjar ± 42 km sebelah selatan dari Kota Singaraja. Deburan air dan suara burung kecil dan belalang ditambah dengan suasana yang terpencil memberikan kesan alami bagi pengunjung yang datang. Disamping Potensi air terjun dan Danau Tamblingan Desa Munduk juga kaya akan potensi lainnya seperti perkebunan kopi dan cengkehnya serta tanaman buah-buahan seperti jeruk dan perkebunan bunagn, hamparan sawah (Rice Terrace) yang eksotis sangat digemari oleh wisatawan untuk trekking.